Logo_Immanuel

Home  |  About Us   |  Products  |  Information  |  Store Location  |  Contact  

KN RH MENEMUKAN HADIRAT ALLAH

Rp20.000

Allah adalah Pribadi yang Mahahadir. Sejak dahulu kala, la hadir di mana-mana (omnipresent), tidak ada tempat di mana Allah tidak hadir. Tapi, apakah berarti secara otomatis semua orang hidup di hadirat Allah? Dalam pengertian luas, “di hadirat Allah” berarti keadaan dimana seseorang mengalami kehidupan yang berinteraksi dengan Allah. Masalahnya, tidak semua orang memiliki interaksi dengan Allah. Hal ini sama artinya bahwa tidak semua orang hidup di hadirat Allah. Bukan karena Allah tidak hadir dalam hidup mereka, melainkan karena mereka tidak mau berurusan dengan Allah secara benar. Hidup di hadirat Allah adalah pengalaman nyata atau riil, konkret, dan natural. Inilah standar hidup yang wajar bagi umat pilihan Allah. Ironis, standar hidup seperti ini hampir tidak kita temukan di dunia yang semakin jahat. Kalau kita memercayai bahwa Allah Mahahadir, seharusnya kita memiliki hati yang takut akan Allah. Takut akan Allah ini tentu dibangun dari hati yang mengasihi Dia dengan tulus. Orang yang tidak takut akan Allah karena tidak mengasihi Dia, pasti tidak menghormati Allah dengan benar. Tidak mungkin orang yang tidak menghormati Allah secara patut bisa hidup di hadirat-Nya. Maka, kualitas atau nilai diri manusia terdapat pada kualitas persekutuannya dengan Allah.

Ditulis oleh Dr. Erastus Sabdono